
Daya Beli Melemah, Ada Apa Indonesia?
GEMINI99NEWS – Belakangan ini, banyak masyarakat mulai merasakan bahwa harga-harga kebutuhan pokok semakin mahal, sedangkan penghasilan tetap begitu-begitu saja. Kondisi ini menimbulkan satu pertanyaan besar: kenapa daya beli melemah di Indonesia? Apa yang sebenarnya sedang terjadi pada perekonomian kita? Apakah kita harus khawatir?
Apa Itu Daya Beli?
Sebelum lebih jauh, mari pahami dulu apa itu daya beli. Secara sederhana, daya beli adalah kemampuan masyarakat untuk membeli barang dan jasa dengan penghasilannya. Jika harga-harga naik, tapi penghasilan tidak ikut naik, maka otomatis daya beli melemah.
Contoh sederhana: jika dulu seseorang bisa membeli 10 liter minyak goreng dengan Rp150.000, tapi sekarang hanya bisa membeli 7 liter dengan jumlah uang yang sama, berarti daya belinya menurun.
Mengapa Daya Beli Melemah di Indonesia?
Ada beberapa faktor yang saat ini menyebabkan pembelian melemah di Indonesia:
1. Kenaikan Harga Barang dan Inflasi
Tahun 2024 hingga awal 2025, inflasi di Indonesia mengalami tekanan, terutama dari sektor pangan dan energi. Harga beras, cabai, telur, hingga BBM mengalami kenaikan secara bertahap. Hal ini membuat pengeluaran harian masyarakat membengkak, terutama kelas menengah ke bawah.
2. Kenaikan Suku Bunga
Bank Indonesia menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menekan inflasi. Namun, efek sampingnya adalah bunga kredit dan cicilan juga naik. Ini membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam berbelanja dan berutang, yang berimbas pada konsumsi harian.
3. Upah yang Tidak Naik Secara Signifikan
Meskipun harga barang naik, kenaikan upah di banyak sektor tidak sebanding. Ini menjadi salah satu penyebab utama mengapa daya beli melemah. Banyak pekerja mengeluh bahwa gaji mereka tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk menabung.
4. Pekerjaan Tidak Tetap dan PHK Terselubung
Banyak pekerja saat ini berada dalam status kontrak atau freelance, dengan penghasilan yang tidak stabil. Selain itu, beberapa perusahaan melakukan efisiensi atau “PHK diam-diam”, yang membuat sebagian orang kehilangan penghasilan tanpa banyak diketahui publik.
Apa Dampaknya Jika Daya Beli Terus Melemah?
Jika daya beli melemah terus-menerus, dampaknya bisa cukup serius. Konsumsi rumah tangga, yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, akan menurun. Bisnis UMKM bisa kehilangan pelanggan. Rantai ekonomi akan terganggu, dan pada akhirnya bisa memicu perlambatan ekonomi secara keseluruhan.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Pemerintah sudah melakukan beberapa langkah seperti menyalurkan bantuan sosial, menstabilkan harga pangan, dan menjaga nilai tukar rupiah. Tapi agar daya beli melemah tidak berlanjut, perlu upaya tambahan, seperti:
- Meningkatkan produktivitas dan lapangan kerja berkualitas
- Memberi insentif untuk pelaku UMKM
- Menstimulasi sektor konsumsi melalui program subsidi yang tepat sasaran
Kesimpulan
Daya beli melemah adalah cerminan bahwa ekonomi masyarakat sedang dalam tekanan. Harga kebutuhan meningkat, pendapatan stagnan, dan biaya hidup makin tinggi. Ini adalah masalah nyata yang perlu ditangani secara serius.
Jika tidak segera diatasi, efeknya bisa terasa lebih luas — dari tingkat rumah tangga, hingga skala nasional. Maka dari itu, penting bagi semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk bekerja sama dalam memulihkan kondisi ekonomi Indonesia agar daya beli masyarakat bisa kembali kuat.